Delapan Langkah Menjadi Penulis Buku

Siapa yang tak ingin menjadi penulis terkenal dan bukunya best seller di pasaran? Siapa yang tak ingin menjadi seperti Tere Liye dengan kisah romansa dan wisdom yang menginspirasi? Siapa yang tak ingin menjadi penulis terkenal dan karya yang dibuat bisa dipersembahkan dalam sebuah film seperti J.K.Rowling dengan Harry Potter-nya, atau Dewi Dee Lestari dengan Supernova dan Filosofi Kopi? Atau Anda yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga namun ingin terkenal seperti Retno Hening dengan bukunya Happy Little Soul? Semua pastinya ingin menjadi terkenal, kaya raya, dan sukses di usia muda, nyaman di usia tua. Namun, semua itu tak akan pernah lepas dari sebuah perjuangan panjang yang pastinya mereka lakukan dengan jerih payah serta usaha yang naik turun dalam proses menuju sukses.

Menulis memang hal yang menyenangkan, terlebih lagi jika kita pandai dalam memainkan kata-kata dan bahasa serta mempunyai banyak pengalaman dan inspirasi baru didalamnya. Namun menulis tidak hanya sekadar menulis saja, melainkan juga ada langkah langkah yang harus di cermati berkaitan dengan apa yang akan Anda tulis, dan mulai dari manakah Anda merangkai tulisan tersebut sehingga menjadi sebuah konsep yang bagus serta mudah untuk dibuatkan tema dan jalan ceritanya.

Berikut ini kita berikan 8 langkah dalam menulis sehingga Anda yang mempunyai bakat besar akan mudah untuk menggoreskan pena di lembar kertas dengan inspirasi besar menuju sebuah bentuk karya yang maksimal.

1. Tentukan Jenis Tulisan
Pada awal Anda ingin menulis, Anda harus tentukan dahulu jenis tulisan apa yang akan Anda rancang. Fiksi atau Non Fiksi. Jika Anda memilih Fiksi, maka apa yang akan Anda tulis. Novel, Cerpen, ataukah kumpulan puisi. Namun jika Anda memilih Nonfiksi, maka Anda juga harus menentukan pula apa yang akan Anda tulis, apakah kumpulan tips, kisah inspiratif, panduan, atau mungkin buku motivasi.

Anda bisa mencari referensi melalui internet tentang macam macam buku fiksi dan non fiksi, serta Anda sesuaikan dengan minat, bakat dan keterampilan Anda untuk membidik satu jenis yang tepat dan pilihan yang cermat, sehingga Anda dapat memulai satu titik fokus tersebut menjadi sebuah jalan cerita.

2. Segmen
Dalam menentukan topik cerita, Anda juga harus mengetahui kemana arah karya Anda ini akan dipublikasikan kelak. Apakah untuk semua kalangan atau genre, atau menyasar pada anak muda. Ini menjadi pertimbangan penting karena jika nanti karya Anda jadi dan diterima oleh penerbit, maka Anda akan mudah dalam mengarahkan serta membuka workshop dengan segmen yang sesuai dengan karya yang Anda buat.

3. Membuat Outline
Jika Anda mengenal seorang Ainun Nuffus yang terkenal tulisannya di Whatpadd, dia menceritakan bahwa tetap membutuhkan outline dalam membuat karya viralnya. Outline adalah kunci. Outline bisa berupa detail ide cerita atau bisa jua dijadikan sekadar ringkasan. Sebagai contoh ketika Anda ingin membuat sebuah novel, maka Anda harus membuat berbagai macam bab yang Anda butuhkan serta sub-bab dalam satu bab yang Anda buat, sehingga dari bab pertama sampai dengan bab terakhir menjadi satu aur cerita yang baik dan bersambung serta runtut dan tidak menimbulkan ambigu antara bab satu dengan bab yang lainnya.

4. Membuat Deadline
Membuat karya memang membutuhkan waktu. Jika Anda ingin mencapai proses yang tepat sesuai dengan planing Anda, maka buatlah deadline untuk karya Anda sehingga Anda sendiri yang dapat mengontrol waktu dengan pas, terlebih jika tulisan Anda sudah dibaca oleh penerbit, dan mereka tertarik, maka Anda akan diberikan deadline untuk prosesnya, sehingga jika Anda terbiasa dengan deadline, Anda akan lebih fokus untuk mengerjakan tanpa tekanan untuk cepat rilis di pasaran.

5. Banyak Membaca
Memperbanyak referensi bacaan terutama pada tema atau jenis yang Anda sedang buat akan lebih banyak memberikan masukan dan ide segar dalam memainkan kata, kalimat, dan jalan cerita. Karena terkadang ide itu muncul di saat kita menemukan inspirasi dan informasi baru, sehingga Anda akan dengan mudah mengaplikasikan tanpa menjadi pengekor cerita orang lain.

6. Bangun Mood
Jika Anda bingung untuk mengaplikasikan langkah pertama sampai dengan langkah yang kelima, maka Anda bisa membuang 5 langkah awal itu sejenak. Fokuskan diri Anda pada apa yang akan Anda tulis tanpa menerapkan aturan aturan baku dalam menulis. Cobalah untuk menulis apa yang Anda mau selama 2 menit tanpa henti, dan setelah itu lakukan jeda sejenak, dan kemudian Anda baca kembali. Dan disitulah Anda akan mengetahui secara tidak sengaja arah dari tulisan Anda. Hal ini dilakukan untuk membangun mood yang hilang dan membutuhkan inspirasi baru.

7. Lakukan Review
Setelah Anda menulis satu bagian atau bab, maka lakukan review dengan membaca ulang, ini akan membuat Anda dapat mengontrol perjalanan kalimat demi kalimat yang Anda susun, sehingga jika terjadi kesalahan didalamnya, Anda akan dengan mudah untuk melakukan editing, sehingga karya dalam satu bagian itu menjadi lengkap.

8. Minta Bantuan Orang lain
Jika Anda mengalami stagnasi dalam proses menulis di tengah jalan, maka Anda perlu bantuan orang lain yang Anda yakini suka akan membaca terlebih paham akan sebuah karya dalam bentuk buku. Izinkan dia untuk membaca satu baba tau satu rangkaian cerita yang sedang Anda bangun, dan setelah itu Anda minta kritik dan saran yang membangun dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan cara itu Anda akan mendapatkan masukan yang bermanfaat serta memunculkan ide baru untuk melanjutkan karya yang Anda buat.

Demikianlah 8 langkah untuk menjadi seorang penulis yang dapat Anda praktikkan satu per satu. Inti dari karya yang Anda buat adalah lepas tekanan dan pusatkan pada satu jenis yang ingin Anda kemukakan lewat sebuah tulisan. Buat mood Anda sangat bagus seperti pertama kali Anda jatuh cinta pada seseorang yang Anda kagumi. Layaknya burung yang terbang akan pijakan kaki pada landasan yang menjadi tempat Ia melonjaklah yang dipastikan seperti pemikiran dan ide nada dalam melambungkan cerita menuju inti dari sebuah ide yaitu karya yang terbaca dan bermakna.

Selamat menulis kawan, lentikkan jemarimu dengan berdansa bersama pena di atas altar kertas bergaris nuansa, dan jadikan setiap titik-titik kata terangkai menjadi satu buah kalimat bersahaja menuju sebuah karya yang memesona.

About The Author

Reply