New Normal Dan Pelonggaran PSBB Akan Menguatkan Pasar Saham

Pemerintah berencana untuk menerapkan sistem baru di dalam pola kehidupan masyarakat Indonesia. “New Normal” atau kenormalan baru atau tatanan kehidupan baru sedang dipersiapkan secara matang melalui inspeksi dari Gubernur masing-masing daerah tentang segala sarana dan prasarana yang dibutuhkan di masing-masing daerah. “New Normal” akan membuat masyarakat lebih kepada berkegiatan dengan pembatasan dan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat namun tidak membatasi pada kegiatan pekerjaan yang dilakukan masyarakat. Masyarakat hanya dibatasi tentang jumlah kunjungan di tempat publik seperti Mall dengan pembatasan yang tadinya mampu menampung 10.000 menjadi sementara hanya 5.000 orang dan keluar masuk secara bergantian, begitu juga di tempat wisata dan juga area umum.

Pelonggaran untuk PSBB juga sudah diterapkan di beberapa darah yang sudah dinyatakan minim Covid-19 mendekati angka dibawah 10%. Protokol kesehatan juga diterapkan di semua tempat baik instansi pemerintahan, maupun swasta. Pemakaian masker, sarung tangan, menjaga jarak kerja, serta waktu bekerja yang diatur sedemikian rupa, seperti pekerja, pegawai, atau karyawan yang usianya di atas 45 tahun diwajibkan Work From Home atau bekerja dari rumah, sedangkan bagi yang usia 45 tahun kebawah tetap masuk kerja dengan kedisiplinan diri serta mematuhi protokol kesehatan.

Untuk dunia usaha khususnya di bidang Valuta Asing serta pergerakan di bidang saham perusahaan diperkirakan akan dibuka pada awal minggu pertama dan posisi akan menguat seiring dengan aktifnya beberapa perusahaan besar yang mulai membuka operasional kerja, serta membuka kembali bursa efek untuk menarik investor dan juga menaikkan harga di bursa efek. Pergerakan Indeks Saham Harga Gabungan (ISHG) dipredikasi akan menguat dan semua pialang sudah siap untuk menjaga overtaking di akhir pekan. Pengaruh pembukaan pelonggaran diberbagai Negara serta belum ada tanda-tanda serangan kedua Covid-19 membuat banyak orang beranggapan ini sentimen positif untuk pasar supaya kembali menggeliat, karena bursa efek menjadi salah satu acuan dari barometer ekonomi sebuah Negara melalui perdagangan saham baik dengan perusahaan dalam negeri maupun luar negeri, dan tentunya pengaruh perang dagang Antara Amerika Serikat dan Cina yang belum usai, memberikan peluang bagi negara-negara berkembang untuk masuk didalamnya mengambil keuntungan dari pengaruh negara berkembang terhadap kemampuan memberi kepercayaan negara maju untuk menginvestasikan proyek dinegaranya. Terlebih lagi kongres nasional rakyat Cina yang menyetujui RUU Keamanan untuk Hongkong.

Pengaruh selanjutnya adalah dikarenakan banyak pejabat Cina yang terkena sanksi oleh Amerika Serikat baik itu larangan kunjungan ke USA dengan pencekalan Visa, serta pemulangan Duta Besar Cina untuk Amerika Serikat, dan begitu juga sebaliknya, cenderung menjadi alat picu tentang situasi yang terjadi di Hongkong, serta sasaran empuk pasar dagang dengan Hongkong yang akan cenderung membuka peluang bisnis ekspor impor dengan Negara lain selain Cina dan Amerika Serikat untuk meneruskan perputaran ekonomi mereka. Faktor lain yang terjadi di dalam negeri adalah dengan kembali bergairahnya UMKM yang memiliki andil sama besar untuk pergerakan ekonomi selain makro. Ekonomi mikro juga menjadi landasan utama di mana masyarakat akan kembali menjadi konsumtif guna pemenuhan kebutuhan sehari hari, setelah New Normal dan pelonggaran PSBB nanti diterapkan. Usaha yang akan dibuat untuk dapat menopang pergerakan ekonomi makro sebagai bentuk keran air investor asing untuk menanamkan modal di dalam negeri. Di Jakarta sendiri,sebagai pusat pemerintahan dan pusat ekonomi yang juga menjadi zona merah pandemi Corona Virus, tetap memberlakukan sistem yang sedikit berbeda dengan PSBB yaitu Pembatasan Sosial Berskala Lokal yang dalam artian tidak semua wilayah Jakarta dari mulai RT , RW, Kelurahan, Kecamatan, Kota dan Kabupaten yang dibebaskan semua, melainkan bagi daerah yang masih berstatus Zona Merah, tetap wajib untuk menjalankan PSBL, Karantina Wilayah, serta Pengawasan khusus dari pihak medis dan kepolisian dibantu oleh TNI dan Gugus Tugas.

Bursa Efek Indonesia mencatat bahwa dengan dibukanya Jakarta sebagai palang pintu ekonomi akan memberikan pergerakan yang signifikan, walaupun untuk tahap kuartal pertama pembukaan awal tidak begitu naik angkanya. Hal ini disebabkan karena produksi hanya memberikan kelonggaran untuk pengiriman yang terlambat saja, serta produksi baru akan dimulai sekitar minggu kedua,setelah penerapan New Normal di berbagai macam perusahaan diberlakukan, serta pengaktifan kembali Sistem Informasi Akuntansi (SIA), dan juga dibukanya perdagangan saham.

Para ahli ekonomi dan juga pemerhati menghimbau agar masyarakat yang sudah mendapatkan izin pemberlakuan kenormalan baru dan pelonggaran PSBB tetap menjaga semua aspek kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah. Jangan sampai New Normal yang baru berjalan beberapa bulan tidak diimbangi dengan penerapan protokol kesehatan yang benar serta pengawasan yang ketat dari pemerintah daerah. Jika ini terjadi maka bisa gelombang Covid -19 kedua akan menyerang lebih masif dari gelombang pertama. Tidak ada kata kompromi bagi semua pelaku usaha baik mikro maupun makro. Selama protokol dijalankan maka aman semuanya, namun jika dilanggar dan menimbulkan kemasifan korban, maka pilihan terburuk yang akan diambil oleh Pemerintah adalah Lockdown.

Dari pihak Kementerian Kesehatan sendiri juga sudah berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 serta sejumlah kementerian baik BUMN, Kemendikbud, Kemenhub, Kemenkeu, dan juga instansi terkait telah menghimbau dengan tidak henti hentinya untuk tetap mematuhi aturan, dengan melihat dampak yang terjadi pada akhir bulan yang meledak menjadi hampir 1000 yang positif Covid-19, serta pihak Kepolisian dibantu oleh TNI dan Gugus Gabungan yang menjalankan peraturan tegas di jalan raya dan juga pemeriksaan ketat disejumlah titik jalan tol sebagai antisipasi arus balik setelah lebaran yang tentunya sejumlah dearah akan mengalami penambahan massa. Untuk itu pemerintah menghimbau untuk sementara tidak kembali dulu ditempat daerah kerja, atau dengan persyaratan khusus dengan membawa surat kesehatan dari daerah masing-masing, serta melakukan cek swab di rumah sakit atau klinik kesehatan yang di tentukan oleh pemerintah setempat.

Semoga badai Corona Virus segera berlalu, dan kehidupan normal yang benar benar New Normal dapat diterapkan, bukan hanya saat ada wabah Covid-19, melainkan untuk seterusnya, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan di rumah, di kantor, di tempat kerja, serta berjalan selamanya, demi menjaga kesehatan dan juga kebersihan untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan Negara dalam tujuan menjadi Negara sehat dan Negara bersih, untuk lebih siap dan tangguh serta dengan sigap menghadapi segala sesuatu hal yang terjadi secara mendadak.

About The Author

Reply