Tips Mengembangkan Bisnis Yang Baru Dimulai

Memulai sebuah bisnis atau usaha baru banyak sekali yang meragukan dan menyangsikan. Terlebih dengan sebutan harus butuh dana, modal, pinjaman, dan juga alasan lain yang cenderung menutup kemampuan dan bakat yang ada dalam diri kita untuk berani mencoba. Usaha dimulai dengan niat yang pertama, ini penting untuk membuat diri kita secara pikiran dan hati, secara rasional dan nalar, kita bisa benar benar set planning untuk langkah ke depan. Setelah itu baru kita membuka pintu tentang usaha apa yang akan kita lakukan, apa bentuk usahanya, apa yang sedang dibutuhkan oleh banyak orang, koneksi mana saja yang bisa menjadi rekan bisnis, pasar mana saja yang bisa kita tuju, dan barulah kita membahas dana awal untuk memuai usaha dan bagaimana cara mendapatkan dana tersebut.

Setelah langkah awal itu kita jalankan, maka kita juga perlu beberapa tips untuk mengembangkan bisnis yang baru kita mulai. Simak baik-baik tipsnya dan menangkan peluang meraih keberhasilannya.

1. Siapa Saja Bisa
Jangan ditanyakan lagi tentang siapa yang bisa memiliki usaha. Semua Orang punya peluang untuk membuka usaha. Zaman sekarang adalah zaman paling bisa digunakan untuk peluang usaha, terlebih bana hal yang digunakan untuk mempermudah kita menjalankan usaha, bisa melalui media sosial, bisa memiliki pegawai dengan membuka lowongan kerja, atau Ecommerce yang siap mendukung siapa saja yang mau mengembangkan bisnisnya.

2. Sadar
Dalam hal bisnis kita harus sadar tentang risiko yang harus dihadapi, karena risiko adalah bagian dari konsekuensi yang diterima. Terkadang disaat banyak pembeli dan banyak barang kita yang laku keras terjual, maka kita harus sadar bahwa setiap hari tidak akan seperti itu. Kita juga harus mempelajari kenapa barang barang yang kita jual bisa laku di pasaran. Apakah karena kita mengadakan promosi, ataukah memang barang tersebut sedang banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Namun kita juga jangan terlena dengan membeli lebih banyak dari stok awal, karena jebakan “Batman” sebuah usaha adalah memberikan kejutan seketika, dan kemudian menghilang dengan cepat. Kemudian jika usaha kita sedang lesu dan barang banyak yang tidak terjual, kita juga harus menganalisis, apakah daya minat masyarakat turun, ataukah barang yang kita jual sudah banyak dijual juga di toko yang lain dengan harga lebih murah, serta bagaimana cara kita untuk menjual barang tersebut dengan cara yang tidak merugikan, dan yang terpenting bisa mengembalikan modal.

3. Jangan “Baper”
Jangan menyerah, jangan mudah mengalah, dan jangan pernah kalah. Itulah kira kira semboyan untuk para pengusaha baru, pengusaha muda, dan yang akan membangun kembali usahanya. Bagi pengusaha baru, jangan menyerah dengan untung rugi yang setiap hari menghiasi kehidupan yang berwarna ini. Tetap pegang teguh prinsip awal menjalankan usaha, dan yakin lah tentang keberhasilan yang dapat dicapai. Untuk pengusaha muda dengan segala keilmuan yang dimiliki, serta sudah dapat menguasai zamannya, jangan mudah mengalah dengan persaingan sesama pengusaha. Ciptakan ciri khas dan juga pelayanan yang lebih baik untuk menarik pembeli agar lebih meminati produk yang ditawarkan. Dan untuk yang akan membangun usaha kembali, jangan pernah kalah dengan pesaing baru yang banyak dihiasi oleh wajah wajah muda. Anda punya pengalaman yang belum mereka miliki, anda sudah punya koneksi, rekanan, dan juga konsumen yang setia, maka bangunkan, bangkitkan semangat juang-mu hingga membara.

4. Sabar
Inilah puncak tertinggi dari semua usaha dan daya yang telah kita lakukan. Dan untuk mencapai puncak sabar kita harus belajar ikhlas tentang hal yang terjadi setiap hari. Selain itu kita juga harus bererak cepat menganalisis dengan tepat hal hal yang menjadi penghalang baik untuk mengatasi masalah yang kemarin, berjaga jaga membuat strategi untuk hari ini, serta membuat rencana untuk hari esok. Dan jika hasil yang diperoleh tidak terlalu banyak, maka bersyukurlah, bahwa hari itu barang atau produk kita sudah dapat dijual.

5. Bersahabat dengan Konsumen
Konsumen ibarat talang air atau pintu pundi pundi kita, maka jalinlah komunikasi dengan baik, bersikap ramah dalam melayani dan memberikan informasi tentang produk yang ingin dibeli. Kemudian setiap berapa periode, baik setengah tahun sekali, atau satu tahun sekali, berikan konsumen bonus sebagai pelanggan setia, dan tentunya tidak semuanya, karena kita pasti hafal siapa saja yang datang untuk membeli produk kita.

Kepuasan didapatkan dari pelayanan yang sabar, membantu dengan tulus, memahami produk dengan benar dan tepat serta mengerti dan memahaminya, serta kemampuan menerima masukan, kritik, dan saran dari konsumen untuk menjadikan kita lebih baik lagi untuk mengatur usaha, melakukan variasi, inovasi, dan juga apresiasi terhadap hasil kerja keras semua orang di tempat usaha anda. Jangan takut untuk rugi, karena anda memulai usaha dari dana yang minim, serta jangan takut bayangan, karena itu akan mengendurkan usaha anda, dan juga tetap intens berkomunikasi dengan rekan kerja, kolega, rekan bisnis , untuk saling menguatkan dan mencari solusi bersama sama dalam hal membangun kembali kepercayaan masyarakat dan juga mengambil peluang sebanyak mungkin untuk menyeimbangkan usaha dan memperoleh keuntungan yang baik.

About The Author

Reply