Traveling Sambil Belajar? Bisa!!

Menikmati pemandangan pegunungan yang sejuk serta menyaksikan indahnya sunrise dan sunset, menikmati semilir angin pantai sembari memandangi perahu perahu kecil yang bermain dengan ombak lautan ditemani para diving yang berkejar-kejaran sambil meliuk-liukkan badannya, atau menjenguk saudara saudara kita sesama ciptaan Tuhan di kebun binatang, bercengkerama bersama mereka dalam dua bahasa yang berbeda, juga bisa berswafoto di tempat-tempat top selfie di seluruh penjuru negeri. Itulah traveling yang mungkin bisa kita lakukan saat akhir pekan maupun liburan.

Kegiatan traveling memang identik dengan menyegarkan pikiran sekadar rehat dari kesibukan dunia, dan mencoba untuk meluangkan waktu sambil menikmati pesona alam yang megah, indah, mewah dan tak tergantikan. Tempat yang dikunjungi tentunya yang membuat kita merasa nyaman dan aman serta dapat mengembalikan suasana hati yang hilang, memberikan semangat untuk bisa berdamai dengan keadaan. Namun, selain untuk memanjakan diri dan melakukan relaksasi, kita juga dapat menikmati traveling sembari belajar tentang sejarah tempat tersebut tercipta. Mungkin banyak yang sudah pernah mengunjungi waktu kecil atau saat tamasya sekolah, ataupun saat menjadi mahasiswa dan melakukan riset di tempat pra-sejarah.

Mengunjungi wisata sejarah untuk semua kalangan tetap menjadi tempat yang favorit, khususnya untuk para wisatawan asing yang memang membidik tempat wisata yang memiliki nilai historis yang tinggi, serta memberikan pengalaman dan informasi yang baru yang belum mereka ketahui. Selain itu dengan aktifnya kita berkunjung ke wisata sejarah melakukan selfie dan mengunggah di sosial media, secara tidak langsung kita ikut mempromosikan wisata sejarah tersebut dalam berbagai macam bentuk kegiatan. Pre-wedding serta pengambilan gambar saat pembuatan video klip dan pemotretan sebuah majalah sering diadakan di lokasi wisata sejarah untuk bisa mendapatkan keunikan yang baik serta mendukungnya latar belakang gedung maupun bangunan yang menambah kecantikan foto.

Berikut tempat wisata sejarah populer di Indonesia yang tidak pernah lekang oleh waktu, selalu penuh dengan pengunjung, dan juga terdapat salah satu wisata sejarah yang menjadi 7 keajaiban dunia.

1. Lawang Sewu
Lawang Sewu merupakan wisata bersejarah yang berada di Semarang, Jawa Tengah dan menjadi ikon kota tersebut. Bangunan ini sudah berusia sekitar 113 tahun, sejak dibangun pada tahun 1904 dan selesai 1907. Nama asli Lawang Sewu adalah Het Hoofdekantor Van De Nedherlands – Indische Spoorweg Maatschappij (Kantor NIS). Gedung ini di bangun oleh seorang arsitek bernama Prof, Jacob F Klinkhamer dan B.J Quendaq dari Amsterdam, Belanda. Difungsikan pada zaman dahulu sebagai Administrasi Perkantoran Kereta Api. Selain sebagai kantor, Lawang Sewu juga memiliki tempat bawah tanah yang digunakan untuk memenjarakan tahanan, serta mempunyai cerita mistis yang kelam, namun banyak yang datang untuk melihat kondisinya yang sebenarnya, sebagai salah satu edukasi yang penting.

2. Jam Gadang
Sebagai ikon Bukittinggi yang berada di Sumatera Barat, Jam gadang merupakan sebuah bangunan menara yang dibangun pada tahun 1926 dengan luas 13 x 4 meter serta memiliki ketinggian 26 meter yang terdiri dari beberapa tingkat. Keunikan dari Jam gadang ini adalah bangunan di bangun tanpa kursi penyangga dan semen, melainkan dari bahan kapur, putih telur, dan pasir putih. Tempat ini sekarang ditambah dengan taman di sekitar menara untuk menambah keindahan Jam Gadang tersebut. Adanya jam gadang ini bermula dari hadiah yang diberikan Rookmaker, seorang sekretaris belanda dari Ratu Belanda, sedangkan rancangan bangunan di buat oleh Jazid Radjo Mangkuto. Jam Gadang ini telah mengalami rehab sebanyak 3 kali, dan baru tahun 2019 kemarin dengan dana 18 miliar telah disempurnakan oleh Pemerintah menjadi salah satu wisata bersejarah di Sumatera Barat.

3. Istana Maimun
Istana peninggalan Kesultanan Deli ini masih berdiri megah dan kokoh di Medan. Dibangun oleh arsitek asal Italia bernama Theo Van Erp yang memadukan konsep melayu, timur tengah, dan Eropa. Warna kuning keemasan mendominasi bagian dari istana maimun ini, serta semua furnitur yang ada didalamnya merupakan barang langka dan mewah.

4. Gedung Sate
Dinamakan Gedung Sate bukan berarti didalamnya banyak makanan sate, namun karena adanya ornamen berbentuk sate pada bagian atapnya. Satu keunikan yang dapat Anda lihat, bahwa di atas atapnya terdapat ornamen berbentuk jambu air berjumlah 6 buah, yang mempunyai arti kesuburan untuk Kota Bandung.

5. Taman Sari
Yogyakarta sebagai Kota pelajar mempunyai banyak nilai historis , dan salah satunya adalah Taman sari. Dibangun oleh Sultan Hamengkubuwono pertama, pada abad ke 17 dan memakan waktu 9 tahun pembuatannya. Bangunan seluas 10 hektar ini mencakup kolam pemandian, jembatan gantung, dan juga kanal air, serta bentuk bangunan yang masih asli baik dari tekstur, bentuk, maupun ornamen yang ada didalamnya. Cocok sekali untuk berfoto ria.

6. Istana Bogor
Istana Bogor dahulu difungsikan untuk tempat beristirahat para kolonial belanda, dan secara tidak sengaja titik nol kota bogor berada di dalam istana ini, dimana tepatnya berada di lorong istana yang menghubungkan antara Ruang garuda dan Ruang Teratai. Istana Bogor dibuat oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda bernama Gustav Wilem Van Imhoff pada tahun 1745. Dan Sekarang istana Bogor menjadi tempat tinggal Presiden ke 7, Ir. H. Joko Widodo beserta Ibu Negara untuk menjalankan pemerintahan periode keduanya sampai dengan 2024.

7. Masjid Istiqlal
Masjid Istiqlal merupakan tempat ibadah sekaligus menjadi tempat wisata religi yang ada di Jakarta. Masjid lima lantai dan 1 lantai dasar ini termasuk masjid Terbesar di Asia Tenggara. Memiliki kubah berukuran 45 meter dan luas 4 hektar, serta dapat menampung sekitar 200.000 jemaah. Masjid ini di dirikan bertepatan dengan Peringatan Kelahiran Nabi Muhammad SAW pada 24 Agustus 1961.

8. Fort Rotterdam
Makasar mempunyai sebuah banteng pertahanan peninggalan masa penjajahan Belanda. Namun fakta sejarah membuktikan bahwa yang benar-benar membangun bentang Fort Rotterdam ini adakah Kerajaan Gowa, yang pada masa itu kalah dalam pertempuran dan jatuh ke tangan Belanda. Nama aslinya Benteng Ujung Pandang, namun di rubah sesuai dengan cerita runtunan sejarah. Tokoh yang terkenal di Ujung pandang adalah Pangeran Hasanudin yang pada akhirnya berhasil merebut banteng ini kembali dari kekuasaan Belanda.

9. Borobudur
Inilah salah satu keajaiban dunia yang pernah diakui oleh semua orang di jagat raya ini sebagai bangunan monumental yang memiliki nilai historis yang tinggi, baik dari segi bangunan relief, fakta sejarah, serta sebagai tempat peribadatan umat Buddha zaman dahulu. Bangunan ibadah ini merupakan salah satu dari bangunan umat Buddha selain Candi Mendut dan Candi Pawon, yang merupakan tiga serangkai. Sampai sekarang Borobudur selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara, serta masih banyak cerita yang beredar,bahwa banyak hal tersembunyi lainnya yang belum ditemukan di candi Borobudur seperti Bangunan dasar Borobudur yang dinamakan Kamadathu ternyata di timbun sebagian karena ada unsur relief yang mengandung pornografi, padahal cerita sebenarnya menggambarkan kehidupan dan pergaulan bebas pada masa sebelum agama Buddha masuk di dalam kehidupan masyarakat Jawa.

10. Prambanan
Cerita cinta memang takkan pernah lepas dari kehidupan manusia, bahkan untuk rela mendapatkan cinta sang pujaan hati, seseorang rela mengorbankan apa saja yang dimilikinya, termasuk memenuhi permintaan yang tidak masuk akal. Dan inilah wujud dari permintaan yang berujung dramatis bernama Candi Prambanan. Bandung Bondowoso sang pembuat dibantu dengan kekuatan jin berusaha untuk menepati janji kepada Sang Cinta Roro Jonggrang untuk dibuatkan seribu candi dalam waktu semalam, walau pada akhirnya dengan siasat licik Roro Jonggrang berhasil menggagalkan usaha bandung Bondowoso, dan karena rasa marah dan kecewa, akhirnya Roro Jonggrang dikutuk menjadi candi penggenap dari seribu candi. Ini memang cerita mitos, namun jika Anda masuk dalam komplek Seribu candi ini, Anda akan terpesona melihatnya, khususnya saat masuk candi Roro Jonggrang , maka Anda akan memulai kembali cerita legenda tersebut.

Itulah wisata sejarah yang dapat kita jadikan rencana untuk liburan atau akhir pekan selanjutnya. Jangan lupa untuk mengajak anak anak kita untuk belajar sejarah lebih dalam sebagai salah satu dari generasi penerus bangsa yang mencintai budaya dalam negeri agar mempunyai keinginan untuk melestarikan budaya nusantara kelak dewasa nanti.

Cintailah budaya warisan leluhur sebagai wujud dan bentuk penghormatan kita kepada para pahlawan yang berjuang merebut kemerdekaan, kepada para pendahulu yang telah meletakkan dasar agama sebagai sebuah bangsa majemuk yang ber-Bhinneka Tunggal Ika, serta untuk menghadapi persaingan industri pariwisata modern yang banyak digandrungi, untuk tidak silap mata dan tetap mempertahankan budaya negeri sendiri sebagai sebuah kebanggaan seorang manusia Indonesia. JAS MERAH “ JAngan Sekali kali MElupakan sejaRAH”.

About The Author

Reply